Senin, 05 November 2018

BAGAIMANA CARA MENGINSTAL H-ENCORE PADA FIRMWARE 3.68 SECARA ONLINE (PART-1)


CARA melakukan Hacking atau Jailbracking
Pada PSVITA dengan firmware OFW 3.68. Saat ini sudah bisa untuk dilakukan,
Nah cara mudahnya, Silahkan ikuti Paparan dibawah ini.
Tahap Pertama nya adalah :
[1]. Instalkan QCMA pada Desktop PC anda.
Silahkan anda buka Website nya dari QCMA dan pilihlah type yang terakhir ditampilkan. Setelah di download,  Maka anda akan mendapatkan File Zip seperti dibawah ini. Ekstraklah. dan Instalkan. (https://codestation.github.io/qcma/)



Pada saat Terekstrack dan terinstall, Maka Parameter penginstalan akan diperlihatkan. Tunggulah beberapa saat, dan lihatlah proses,  serta parameter yang otomatis ditampilkannya. seperti pada gambar dibawah ini.



Pilih sekarang "Bahasa" Pilihlah bahasa Inggris (English).



Pada tahapan "Setup Qcma" ini, Anda pilih "Next >"



Pada tahapan ini, Sekarang pilih "I agree"



SARAN jangan dirubah konfigurasi standar penyimpanan pada tahapan ini.
Sekarang tekan dan pilih "Next >"



Sekarang kita pilih "Next"



Pilih sekarang "WinUSB driver" kemudian tekan tombol "Next"



Maka proses penginstalan akan diperlihatkan oleh tampilan "Progresife Bar".....
Tunggulah beberapa saat, Sampai prosesnya selesai.





Sekarang karena program QCMA yang saya miliki berbahasa Spanyol, Maka pilih "Avacar (Install/Jalankan)"



Sekarang pilih "Conclur"



Jangan lupa Centang "Create Desktop Shortcut"
Kemudian anda tekan sekarang tombol "Finish".



Maka perhatikan sekarang, Icon dari Qcma, Sudah ditampilkan pada Desktop PC anda.



Klik kanan pada Icon Qcma.
Dan sekarang pilih "Open" (Abrir).



Bagaimana CARA selanjutnya?
Apa saja tahapan - tahapannya?
Silahkan anda Klik pada link Tautan dibawah ini.
BAGAIMANA CARA MENGINSTAL H-ENCORE PADA FIRMWARE 3.68 SECARA ONLINE (PART-2)



Kekhawatiran itu bisa bermanfaat,
Tapi bisa juga merugikan. Alkitab memberi tahu kita tentang hal ini.
Faktanya, Merasa khawatir berarti gelisah, cemas, atau takut.
Itu sering kita alami setiap hari. Biarpun berbeda masalahnya.
Ya, Biarpun kita disebut tinggal di Jaman Modern, Khawatir selalu ada.

APA KATA ALKITAB
Raja Daud menulis, ”Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?” (Mazmur 13:2, Terjemahan Baru) Apa yang membantu Daud bertahan? Dia mencurahkan isi hatinya kepada Allah melalui doa, dan dia percaya bahwa Allah itu penuh kasih. (Mazmur 13:5; 62:8) Allah bahkan ingin agar kita melemparkan beban kita kepada-Nya. 1 Petrus 5:7 berkata, ’Lemparkan semua kekhawatiranmu kepada [Allah], karena ia memperhatikan kamu.



Seorang lansia duduk di teras rumah dan beberapa orang sedang mengurus taman miliknya, Berbuat baik bagi orang yang kita sayangi bisa membuat kita tidak perlu berlebihan untuk mengkhawatirkan mereka, Tapi, ada hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kekhawatiran kita. Misalnya, ketika sang penulis Alkitab bernama Paulus memiliki ”kekhawatiran untuk semua sidang jemaat”, dia berusaha keras untuk menghibur dan menguatkan orang-orang di sana. (2 Korintus 11:28) Dalam hal ini, kekhawatiran Paulus ada manfaatnya. Ini menggerakkan dia untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan. Kita juga bisa melakukan hal yang sama. Sebaliknya, jika kita bersikap masa bodoh atau tidak peduli, ini menunjukkan kita kurang memiliki kasih.—Amsal 17:17.

Menaruh perhatian, bukan dengan minat pribadi kepada persoalanmu sendiri saja, tetapi juga dengan minat pribadi kepada persoalan orang lain.”—Filipi 2:4. Bagaimana Anda bisa mengatasi kekhawatiran yang berlebihan? FAKTANYA, Orang mungkin merasa khawatir terhadap kesalahan di masa lalu, tentang masa depan, atau uang. *



APA KATA ALKITAB
Khawatir terhadap kesalahan di masa lalu: Sebelum menjadi orang Kristen, beberapa orang di abad pertama dulunya adalah pemabuk, pemeras, orang yang melakukan percabulan, dan pencuri. (1 Korintus 6:9-11) Tapi, mereka tidak berfokus pada masa lalu. Sebaliknya, mereka mengubah tingkah laku mereka dan percaya bahwa Allah mau mengampuni. Mazmur 130:4 menulis, ”Padamu [Allah] ada pengampunan yang sejati, supaya engkau ditakuti.”

Khawatir akan hari esok : Yesus Kristus berkata, ”Jangan sekali-kali khawatir mengenai hari berikutnya, sebab hari berikutnya mempunyai kekhawatirannya sendiri.” (Matius 6:25, 34) Maksudnya? Anda hanya perlu berfokus pada masalah hari ini. Jika Anda mengkhawatirkan hari esok, itu hanya akan menambah kekhawatiran Anda hari ini. Hal ini bisa menimbulkan masalah, dan Anda bisa membuat keputusan yang salah. Ingatlah juga bahwa biasanya apa yang dikhawatirkan belum tentu terjadi.

Khawatir soal uang : Seorang pria yang bijaksana pernah berdoa, ”Jangan beri aku kemiskinan ataupun kekayaan.” (Amsal 30:8) Sebaliknya, dia merasa puas dan inilah yang membuat Allah senang. Ibrani 13:5 menulis, ”Hendaklah cara hidupmu bebas dari cinta uang, dan hendaklah kamu merasa puas dengan perkara-perkara yang ada padamu. Sebab [Allah] mengatakan, ’Aku tidak akan membiarkan engkau atau meninggalkan engkau.’” Uang bisa membuat kita kecewa, tapi Allah tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang percaya kepada-Nya dan menjalani hidup yang sederhana.

Aku tidak pernah melihat orang adil-benar ditinggalkan sama sekali, atau keturunannya meminta-minta roti.”—Mazmur 37:25.

Akankah kekhawatiran berakhir?
APA KATA ORANG
Dalam majalah The Guardian tahun 2008, seorang wartawan bernama Harriet Green berkata, ”Kita sedang hidup di zaman yang semakin banyak orang merasa khawatir.” Pada 2014, Patrick O’Connor menulis di The Wall Street Journal bahwa, ”Orang Amerika sekarang merasa lebih khawatir daripada dulu.”

APA KATA ALKITAB
”Kekhawatiran dalam hati manusia itulah yang menyebabkan hatinya bungkuk, tetapi perkataan yang baik itulah yang membuat hatinya bersukacita.” (Amsal 12:25) ”Perkataan yang baik” ini terutama bisa didapat melalui ’kabar baik Kerajaan Allah’. (Matius 24:14) Kerajaan yang didirikan oleh Allah ini akan segera melakukan apa yang tidak bisa manusia lakukan, yaitu mengakhiri semua kekhawatiran dengan melenyapkan akar penyebabnya, termasuk penyakit dan kematian! ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.”—Penyingkapan (Wahyu) 21:4.

”Semoga Allah yang memberikan harapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan kedamaian karena kamu percaya.”—Roma 15:13.